Indra Majid
Trainer & Therapist HSC » Indra Majid

INDRA MAJID
"Saya dicerahkan oleh secuil koran bekas bungkus nasi"
Indra Majid dikenal sebagai:
- Pendiri & Direktur Holistic Solution Center
- Pendiri Indonesian Hypnosis Association
- Hypnotherapist & Hypnosis Trainer
- Mind Technology Expert / Pakar Teknologi Pikiran
- Peneliti Pikiran Bawah Sadar
- Pelukis & Seniman Patung
- Pakar Pemasaran Lewat Internet
Berikut ini adalah kisah nyata yang ditulis langsung oleh Mr. Indra Majid
Saya Indra Majid. Lahir tahun 1985 di Jepara, sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang dikenal dengan Bumi Kartini dan kota para Seniman Kayu.
Saya menyukai dunia psikologi, pengobatan dan pengembangan diri sejak usia anak-anak. Sejak masa belia, saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah atau di perpustakaan untuk membaca buku-buku tentang psikologi, pengobatan dan pengembangan diri.
Namun karir bisnis saya tidak dimulai dari bidang psikologi, pengobatan maupun pengembangan diri. Saya secara tidak sengaja menjadi “pengusaha” setelah mecoba jadi makelar internet.
Ini adalah kisah nyata saya yang mungkin biasa bagi Anda. Namun bagi sebagian orang, semoga kisah ini bisa memberi inspirasi dan semangat untuk sukses dalam bidang apapun.
Menjadi Makelar Internet - Waktu itu tahun 2006. Status saya adalah Mahasiswa Psikologi yang serba kekurangan. Satu-satunya sumber pemasukan saya adalah uang dari orang tua Rp. 350.000,- / bulan. Dengan uang sekecil itu, saya harus bisa mengatur antara keperluan kuliah dan biaya hidup di kos-kosan.
Sarapan saya waktu tanggal tua adalah nasi bungkus seharga Rp. 1000,- yang isinya nasi putih, sayur urap dan tempe goreng. Tentu saja, saya tidak merasa terlalu menderita karena rata-rata teman kos yang lain pun demikian.
Satu hari, sehabis makan nasi yang dibungkus yang dilapisi koran bekas, datanglah pencerahan. Potongan koran bungkus nasi yang biasa saya buang begitu saja, hari itu tampak berbeda. Sehabis makan, saya memperhatikan iklan baris yang menawarkan rumah seharga 3 Milyar, mobil bekas seharga 200 juta, tanah seharga 1,5 Milyar dan mesin pabrik seharga 500 juta.
Saat itu, dalam benak saya bertanya: "Kapan saya bisa menjual barang-barang seharga ratusan juta rupiah, lha wong punya saja tidak?". Kemudian muncul suara lagi dalam benak saya: "Hei, mengapa kamu harus punya barang untuk bisa menjual. Kamu kan bisa menjualkan barang mereka lewat internet. Aha..! hari itu saya putuskan untuk mencoba jadi makelar internet.
Saya mengumpulkan koran baru dan bekas yang ada iklan barisnya. Saya mencari segala iklan yang menawarkan barang dengan harga di atas 100 juta. Karena jika harga barangnya tinggi, maka komisi saya pun lumayan.
Ratusan iklan baris yang kalimatnya disingkat-singkat itu saya ketik ulang dengan kalimat yang lengkap kemudian saya akhiri dengan "Jika Anda berminat, silakan hubungi 081225XXX". Nomor yang saya letakkan tentu saja nomor saya sendiri, bukan nomornya si pemilik barang. Kemudian iklan tersebut saya sebarkan di internet melalui situs penyedia jasa iklan gratis, karena waktu itu saya belum bisa membuat website.
Beberapa hari kemudian, apa yang terjadi? HP saya banyak dihubungi orang menanyakan barang yang saya iklankan lewat internet. Saya sebagai makelar sebenarnya hanyalah menjual informasi (jasa menghubungkan penjual dan pembeli). Singkat kata, dari usaha sederhana ini, saya bisa meraup untung bersih 1-5 juta per bulan tanpa kesulitan yang berarti.
Belajar Membuat Website - Tahun 2007, dengan uang hasil makelar internet, saya membeli laptop dan modem untuk koneksi internet. Sehingga saya tidak perlu lagi ke warnet.
Saya tidak mau terus-terusan hanya menjadi makelar. Saya mengembangkan kemampuan saya dengan belajar membuat website dan toko online. Saya belajar secara otodidak karena pada masa itu saya sulit mencari guru internet marketing.
Belajar membuat website sendiri (tanpa guru) ternyata sangat menyusahkan, butuh kesabaran dan ketekunan. Berkali-kali saya gagal sebelum akhirnya berhasil.
Sekarang, saya punya puluhan website yang bisa dikunjungi orang dari seluruh dunia. Mereka bisa membeli produk dan jasa saya kapan saja dari mana saja. Sejak pertengahan 2007, saya sudah tidak mengandalkan iklan baris untuk memasarkan barang. Saya punya beberapa website yang menjual berbagai macam produk dan jasa. Termasuk produk dan jasa sesuai bidang yang saya sukai, yaitu pengobatan, psikologi dan pengembangan diri.
Merekrut Karyawan – Tahun 2008, bisnis penjualan saya di internet sukses besar karena saya berhasil mengetahui cara agar website saya dikunjungi banyak orang. Cara ini dikenal dengan Search Engine Optimization (SEO). Bukan hanya itu, saya juga mendalami Psikologi Pemasaran agar orang merasa mantap dengan produk yang saya jual meskipun hanya mengenal melalui internet.
Pesanan dari internet yang semakin banyak, membuat saya tidak punya waktu luang. Akhirnya saya merekrut beberapa karyawan untuk bergabung membantu saya. Dengan demikian saya menjadi punya cukup waktu luang untuk membuat karya-karya baru yang bisa saya pasarkan melalui internet.
Saya kemudian mendirikan Holistic Solution Center dan merekrut beberapa orang muda yang mendalami dunia pengobatan, psikologi dan pengembangan diri. Saya mencari orang-orang seperti saya, meskipun mereka punya spesialisasi tersendiri. Ide saya adalah bekerja dengan beberapa orang yang punya satu minat dan tujuan yang sama, akan mempercepat pengembangan HSC. Dan ide saya terbukti berhasil.
Di HSC ini, saya dan rekan-rekan bekerja dengan semangat tinggi untuk menghasilkan berbagai layanan, produk dan pelatihan yang dibutuhkan masyarakat. Harapan saya adalah agar apa yang kami kerjakan bisa menjadi solusi atas berbagai masalah yang banyak dialami masyarakat.
Sekarang - Saya bisa leluasa belajar lagi tentang hal-hal baru untuk membuka bidang usaha baru di internet. Setiap hari saya membaca buku dan setiap bulan saya mendatangi seminar untuk belajar berbagai hal baru yang berkaitan dengan pengobatan, psikologi dan pengembangan diri.
Saya juga mengisi waktu luang saya untuk membuat karya seni berupa lukisan dan mendesain beberapa karya patung. Semua karya seni yang saya buat sifatnya adalah refleksi dari alam bawah sadar saya. Sehingga orang yang paham karya seni banyak yang berkomentar bahwa karya-karya saya merupakan karya unik.
Saya adalah orang sederhana yang suka belajar banyak hal. Saya menekuni sepenuh hati setiap hal yang saya pelajari. Saya percaya bahwa manusia diberi otak yang luar biasa oleh Tuhan untuk mempelajari banyak hal. Jika ada orang yang mengatakan bahwa satu orang tidak mungkin bisa menjadi ahli dalam banyak hal, maka sebenarnya orang tersebut membatasi potensi pikirannya sendiri.
Demikian kisah perjalanan bisnis saya yang sederhana. Semoga berguna untuk Anda yang mau mengambil hikmah dari pengalaman orang lain. Syukur kepada Tuhan, semua itu berawal dari potongan koran bekas bungkus nasi.
Dan saya senang berteman dengan orang-orang yang suka belajar hal-hal baru. Anda juga bisa berteman dengan saya di facebook. Silakan klik http://www.facebook.com/masindra
Catatan: Saya jarang update facebook karena kesibukan dan mohon maklum apabila pesan Anda di facebook baru saya jawab setelah beberapa hari.




